Wednesday, March 9, 2022

ANEKA SKETSA

 KONSEP

Apa lagi ... nih ? 
Lanjutan Share terakhir ?
Kutipan Avijja ... kebodohan dipandang sebagai 'kewajaran" ?

PARAMA DHARMA : Just Idea ...

Monolog :
prakata : 
prolog sadhguru avidya

INNER QUEST > OUTER ORDER  
ketersadaran internal > (baca : bukan hanya/tidak sekedar) keterpaksaan eksternal 
Who ? Siapa ... Kita (bertanggung jawab atas diri kita sendiri ) 
Where ? Dimana .. Disini (dan juga di/ke sana, tentu saja ) 
When ? Kapan ... Sekarang (dan juga nanti , gitu lho ) 
Plus = 
What ? Apa ... apa yang harusnya kita lakukan ? 
Why ? Mengapa ... mengapa kita perlu melakukan ? 
How ? Bagaimana ...  Bagaimana kita seharusnya melakukan ? 
(Ini saja dialektika paradigmanya ... thesis masalah faktual, antithesis pragmatisme kemanfaatan & sintesis option solusi )
Avijja ... kebodohan ini keburukan atau kebutuhan ?
Yang perlu kita fahami, sadari dan hadapi tampaknya bukan sekedar kegilaan insani atau kematian alami namun terutama kelupaan abadi akan kesejatian diri dalam setiap episode permainan keabadian samsarik yang disebut (siklus) kehidupan (dan kematian) ini. 
Well, The Greatest evil is Ignorance  Kejahatan terbesar adalah (karena?) Avidya ketidak-tahuan
Walau dalam pengetahuan ketidak-tahuan akan realitas (kaidah panentheistik?) ini istilah evil (kejahatan/ keburukan) yang digunakan mistisi Sadhguru Yasudev tersebut tidak terlalu salah sebagaimana juga terma avijja kebodohan yang digunakan Samma Sambuddha Gautama namun demikian dalam realisasi penempuhan holistik demi penembusan, pencapaian & pencerahan yang bukan hanya murni dan benar tetapi juga bijak dan tepat untuk mensikapi itu sebagai 'kewajaran' yang harus diterima untuk dihadapi dan difahami agar secara bijaksana dapat dilampaui dengan kesadaran (terhindar dari jebakan konseptual, jeratan identifikatif & sekapan dualisme inference paradoks spiritual MLD yang sangat mungkin terjadi. Well, untuk keniscayaan dalam kesedemikianan yang terjadi perlu keselarasan akan kelayakan dalam keberadaaan dan keberdayaan yang memadai. (transendensi kebijaksanaan pemberdayaan berkembang & berimbang melampaui pemakluman faktitas eksternal untuk diterima keterbatasan & pembatasannya ). bagaikan menumbuh-kembangkan bunga teratai di kolam lumpur yang keruh.
  
BAHASAN =  TENTANG AVIJJA 
Walau avijja secara etika kosmik adalah penyimpangan keselarasan namun ini membuat keberagaman (seperti biasan pelangi dari cahaya mentari yang sama)

QUE SERA SERA, PANTHA REI .... SUCHNESS PHILOSOPHY
apapun yang terjadi terjadilah , biarkanlah segalanya mengalir apa adanya sebagaimana harusnya ..... Paradigma Kesedemikianan.

Paradigma kesedemikianan untuk keselarasan dalam keniscayaan (Parama Dharma - Mandala Advaita - Formula Swadika)
Mungkin sangat sensitif dan agak provokatif jika kami menyatakan ... ADA SESUATU YANG MUNGKIN BELUM DIKETAHUI KITA SEMUANYA TERMASUK JUGA YANG BELUM DISADARI PARA TUHAN, DIHAYATI PARA BRAHMA BAHKAN DIFAHAMI PARA BUDDHA SEKALIPUN ..... DALAM PERMAINAN DRAMA DALAM DARMA DARI KEAZALIAN HINGGA KEABADIAN YANG SUDAH, SEDANG DAN AKAN BERLANGSUNG SELAMA INI ....  
Triade labirin paradoks diri - alam - inti dalam drama abadi dari fase azali hingga nanti ini (label eksistensial - layer universal - level transendental) dengan 'maha avijja' sebagai skenario samsariknya dan 'parama dhamma' sebagai desain holistiknya memang sangat complicated (jangankan untuk dilampaui dalam penembusan , untuk dijalani dalam penempuhan bahkan difahami dalam pengetahuan saja sulit & rumit )   


Sial ... ternyata wadah batin ini memang kacau ... sesungguhnya bukan hanya kesungkanan (keresahan karena rendah hati atau mungkin tepatnya rendah diri ... minder akan kualifikasi ideal untuk membabarkan dhamma ) apalagi keriskanan (kecemasan tersudutkan sebagai public enemy bahkan cosmic enemy karena  membeberkan avijja) namun disamping ruwet & rumitnya permasalahan banyak kekesalan di dalam (pantas ... baru bicara jika marah rasionalisasi pembenaran karena dibodohi, dijahili & dizalimi ? ... Spiritualitas walau dalam perspektif holistik sesungguhnya memang sederhana namun dalam kerinduan beraktualisasi selaras denganNya tidaklah gampang ... Well, susah juga untuk mukhlish murni , begitu mudah untuk muflish bangkrut  nantinya)

Bagaimana ini ? Bikin link pilahan dulu supaya idea tidak ruwet ...Gagasan utama , gagasan baru, referensi lama , link rujukan (data / media) , etc . 

REHAT DULU ... walau externally tidak repot, namun internally masih ribet ...
NGABUR LAGI ? No.. cari waktu luang susah. So, luangkan waktu libur yang tersedia untuk menuntaskan tanggungan (janji itu juga hutang, bro .... ingat waktu bayar hutang kalah main judi lampau selama 7 bulan penuh, lho). 
Sudah hampir 2 tahun pandemi corona ... karya makalah (atau masalah ?) ini belum selesai juga.
Lanjutkan semampu mungkin ... jika perlu limbah mental dahulu keluarkan lagi sebagai pijakan untuk ditata lagi .. revisi (demi kelengkapan & kepantasannya). 
SIAL ... gangguan eksternal lagi.

  • Sudah hampir 2 tahun pandemi corona ... karya makalah (atau masalah ?) ini belum selesai juga.

TAM[PAKNYA  MEMANG HARUS TIDAK PERLU  SUNGKAN WALAU  SANGAT RISKAN  DEMI  ALITHEIA (UTOPIA ?) KEBAIKAN  BERSAMA
Alithea : Kebenaran Realitas (filsafat?) - Utopia : idealisme impian belaka ?
TAMPAKNYA MEMANG PERLU SKETSA PARADIGMA BARU 

Formula Swadika : tentang Peniscayaan 
Peniscayaan realistik dari keberdayaan autentik, kemungkinan holistik  untuk terealisasinya faktor tidak sekedar (walaupun tidak menafikan memang memungkinkan adanya anomali penyimpangan kaidah kosmik karena intervensi internal & eksternal transaksional)  pengharapan ataupun penganggapan semata ?
  

3 Pertanyaan Mendasar = JUST SAY REKAP
apa arti hidup ini ,mengapa kehidupan yang tidak pasti seperti ini harus kami jalani dan bagaimana harusnya kami mengamati, mengalami dan mengatasi grand desain sistem kosmik ini. Itu adalah titik balik diri untuk kembali wajar sebagaimana kebanyakan orang dan juga bahkan untuk menjadi sadar sebagai seorang seeker tentang hakekat permainan kehidupan ini.

Ganti plot ? 

1. Hipotesa Desain Kosmik = Mandala Advaita (Just Area) 
2. Analisa Kaidah Kosmik = Parama Dharma (Just Idea)
3. Sintesa Metode Kosmik = Formula Swadika (Just Cara)
Oke ...  

Dilemma =
Paradigma kesedemikianan untuk keselarasan dalam keniscayaan (Parama Dharma - Mandala Advaita - Formula Swadika)
Konsideran = Hukama Sufisme ; pengetahuan 
Avijja ... kebodohan berpandangan - kepicikan berpribadi - kesalahan berprilaku ?
Demi pemberdayaan menerima - mengasihi - melampaui  : Avijja --- kewajaran ?
PARAMA DHARMA : Just Idea ...
MANDALA ADVAITA : just area ..
Kamavacara : Personal (Kebahagiaan) 
- bawah  : fisik - eterris 
- tengah  :
- atas      
Brahmanada : Transpersonal (KeIlahiahan) 
- bawah 
- tengah 
- atas 
Lokuttara : Impersonal (Kesunyataan)
- bawah : Nibbana 
- tengah  : Advaita 
- atas : Paramatta ?
Panentheisme > Pantheistik (Dalam keseluruhan) : 
Non-theistik > Not-theistik  (Tanpa pengagungan diri ) : 
Post Taoist >  (Terus selaras dalam asymptot penyempurnaan) :  
FORMULA SWADIKA : Just Such ...
Evolusi Pribadi
Harmoni Dimensi 
Sinergi Valensi 
Epilog :
ovada patimokkha 
Etc 
Kutipan Avijja ... kebodohan dipandang sebagai 'kewajaran" ?

1. Thesis : BE REALISTICS  (wawasan yang benar)

2. Antithesis : TO REALIZE  (tindakan yang tepat)
Anti-Thesis : Just For Seeker 1
Kesadaran :  
Keariyaan : 
Pembumian : kecakapan - kemapanan - kewajaran  
3. Synthesis  : THE REAL (capaian yang nyata)
Synthesis : Just For Seeker 2
Menghadapi Keabadian (swadika - talenta - visekha 
Menghadapi Kehidupan (kecakapan - kemapanan - kewajaran  
Menghadapi Kematian (racut - bardo - rebirth 
Penutup
Epilog 
prakata 
isi 
Penutup

 Parama Dharma : tentang Pandangan 
Thesis : Data Lama 
Thesis : BE REALISTICS  (Wawasan yang tepat)
Disamping juga Thesis Data lama yang perlu direvisi sesuai dengan keselarasan dengan Antithesis wawasan esoteris gnosis wisdom Saddhamma secara benar, bajik & bijak sebagaimana paradigma Just For Seeker sebelumnya untuk Synthesis Kebijaksanaan Gnosis Wisdom Exodus yang lebih baru & maju berikutnya.
BAB I =  REFERENSI =
Prolog = Hipotesis Paradigma dhamma dipathera ;  asumsi pensikapan : terbuka & terjaga 
1) GNOSIS :  Keakuratan paradigma (W) : 
prolog : KeIlahian ? 
1. Hipotesis keBeradaan Tuhan :  Konsep Wujud :® GENESIS = fase  keberadaan (w) : Dhyana Dharma – Dharma Dhyana 
2. Hipotesis  KeTauhidan Tuhan : Konsep Kuasa : ® MANDALA = tataran keberadaan (k) : Tanazul Makrokosmos – Taraqqi Mikrokosmos 3. Hipotesis  Kebijakan  Tuhan :  Konsep Kasih : ® SAMSARA = keberadaan diri (ks) : Spiritualitas Keabadian – Eksistensialitas Kehidupan Epilog : Keyakinan ? ketepatan > kebenaran ;Kaidah Hipotesis x Akidah Dogmatis;ilmul - ‘ainul - haqqul yaqin 
2) WISDOM = Kemantapan metanoia (K) : prolog : kearifan ?(kemajemukan pendapat; keberagaman pandangan ; keterbatasan kemampuan) 
1) Khilafiyah Theologi : kemustahilan membatasi Tuhan ? → kecerahan paradigma diantara Rimba Pendapat (keIlahian ; keberadaaan; ketentuan) 
2) Problema Theodice : kemustahilan membela Tuhan?® kebijakan metanoia diantara faham pandangan (fanatisme/mistisme ; atheisme/vitalisme ; agnostisme /heuretisme) 
3) Masalah Theosofi: kemustahilan mencintai Tuhan  ?®kebijakan apologia diantara ragam kenyataan (kegaiban Tuhan ; penderitaan/kezaliman ; ananiyah/nafsiyah) 
epilog : keimanan ?ketentuan awal > kepastian final → aktualisasi penempuhan & realisasi pembuktian 
3) EXODUS = kesadaran penempuhan (Ks):  
prolog: anjing dan serigala (pengetahuan ,pembicaraan ® aktualisasi penempuhan & realisasi pembuktian ) 
1) TOTALITAS = mencakup keseluruhan (W) → Hanya ada satu kebenaran yang sama: keseimbangan pandangan (ekstrem) & keberimbangan penempuhan (dualisme?)
2) PRAGMATISME = membawa kemanfaatan (Ks) → Transformasi pemberdayaan simultan (input realisasi keabadian 3 ; asset refleksi kehidupan 3) 
3) KONSISTENSI = bersifat mantap (K) → Berkelanjutan : ketuntasan transformatif & kelanjutan aktualisasi  epilog : anjing &sufi (mengatasi : ketidak-mengertian; ketidak-perdulian ; ketidak-berdayaan) 
Epilog = Kemantapan Penempuhan : sholat & shobar  
II. REALISASI  = Penempuhan 
Prolog : kesadaran realisasi → evolusi spiritualitas (transformasi sufisme & yogisme) 
1) ADHIKARI :  kelayakan moralitas (kasih) 
prolog : kisah : orang baik  ® Aktualisasi autentik > Harmonisasi estetis > Manipulasi hipokrit ® Hakekat & Manfaat : 
1) Kebenaran Integritas (w) = kejujuran : pemuda & gembala.  ® kemurnian   (ikhsan kemahabahan & ikhlash peribadahan) 
2) Kecerahan Moralitas (ks) = pertaubatan : alim & arif  ® kebajikan  ( Pemberdayaan Individual + keperdulian universal ) 
3) Ketepatan Globalitas (k) = dilemma : Yudhistira  ® kebijakan  ( prioritas kemanfaatan + faktitas keterbatasan ) 
epilog : kisah :  karani ®Bina nafsa : takholi ,tahalli , tajalli  ® Metode & Kaidah :  
2) DISTANSI = kesiagaan  transformatif (kuasa)
prolog : Psikosomasi Esoteris ® harmonisasi holistik, aktualisasi integral , integrasi reseptif 
1) UMMI →keaslian adhikari (ks) :  muhasabah  pertobatan ; mujahadah perbaikan ; muroqobah pendekatan 
2) SATI → kearifan nivritti (w) :  reseptivitas penyadaran ; aktualitas pengarahan ; integritas pemantapan  
3) YOGI →kekuatan distansi  (k) : keswadikaan eksternal ; keberdayaan internal ; keperkasaaan universal 
epilog : antenna karunia ® reseptivitas, sugestivitas,   
3) MEDITASI  = kerahnian Immanensi  (wujud)\   
prolog : Hakekat Meditasi  (Jung Individuasi ® Immanensi/transendensi ? : illuminasi >revilasi - inspirasi) 
1) kemantapan  dasar (w) : literature meditasi  (pengertian  – referensi (wuwei/zazen;alpha beta)  – keragaman meditasi) 
2) kehandalan utama   (k) :  realisasi immanensi (pemantapan (kematian/kegaiban) – penembusan - pencapaian ) 
3) kemantapan lanjut (ks) :  kesadaran transenden (ghurur/jadzab – sakti/rahni – universalitas/eksistensialitas) 
epilog : Kembali membumi (kemantapan pencerahan →kedewasaan Robbaniyah) 
Epilog = Kewajaran Eksistensi → Aktualisasi totalitas : harmoni ; refleksi ; sinergi ; 
III. REVITALISASI = Pembumian 
Prolog : Sufi Pembumi →Menyadari tanggung jawab eksistensialitas & universalitas 
1) PERSPEKTIF  = kecerahan pandangan prolog : ketepatan pandangan ® kearifan mensikapi : Amati – Alami – Atasi 1) kecerahan Mahadharma (w) : Sanatana dharma – Bhinneka  Dharma (satu Agama Dharma ?) 2) kepastian Transformasi (ks) :  pemberdayaan keabadian – pemberdayaan kehidupan (Dunia & Akherat) 3) kebijakan Aktualiser  (k) : transformasi Individual – Transformasi universal (Reformasi + Globalisasi) epilog : kecerahan komitmen ® kebaikan menjalani 
2) INTEGRITAS =  kemantapan untuk keabadian (kasih) prolog : kesiapan melintasi keabadian ® berkah Input keabadian ( swadika – talenta – visekha ) 1) Visekha kemuliaan : kesimpatikan adhikari Mahatma Robbani 2) Talenta kecakapan :  keberdayaan distansi Swadika Talenta 3) Swadika kerahnian  : keterpaduan meditasi Anubodha Pativedha epilog : Input keabadian ( swadika – talenta – visekha ) → ketuntasan & pelanjutan 
3) AKTUALITAS  = kehandalan dalam kehidupan (kuasa) prolog : keahlian mengatasi kehidupan ® sukses Asset kehidupan ( persada – karisma – bahagia ) 
1) Aktualisasi  (k)  : Global (belajar – bekerja) ;social (  keluarga – masyarakat) ; Aktual (pribadi; properti) 
2) Harmonisasi (ks) : interaksi sesama (pravritti; andragogi) ;faktitas semesta (natural ; theosofi) ; Harmoni Pribadi 
3) Integrasi (w) manajemen keterbatasan  : Reset keseluruhan ; Ready keseluruhan ; Relax keseluruhan epilog : Asset kehidupan ( persada – karisma – bahagia ) → kesuksesan & pelanjutan 
Epilog : kholifatullooh ® Menghargai kehidupan manusiawi & duniawi  pembumian spiritualitas universal = pemberdayaan 1) Dhamma Bhumi (w) = kesadaran eksistensial 2) Dhamma Dutta (ks) = komitmen 3) Dhamma Niyama  (k)  = faktitas kenyataan
arama Dharma : tentang Pandangan 

KUTIPAN SKETSA BUKU :MAHADHARMA
Asumsi Analisis dan Solusi Hipotesis Paradigma Spitualitas Universal
PRAKATA = Pendahuluan : Konsideran permasalahan : → ketidak-pastian eksistensial ; Solusi Pemecahan : ® universalitas kebenaran Pengajuan & Pengakuan : Pengajuan → alternatif paradigma Pengakuan → criteria ketepatan Pengharapan : Kemanfaatan → Pencari Kebenaran,Penempuh Kehidupan,Pemerhati keabadian,Pengamat Kenyataan Pensikapan → Sikap terbuka dan sekaligus terjaga ini seharusnya senantiasa anda jalani dalam segala hal ;
Pengertian ® kebenaran itu karena hidayah Tuhan ; kesalahan yang berasal dari diri pribadi penulis sendiri .
BAB I = REFERENSI =
Pengertian Prolog = Hipotesis Paradigma dhamma dipathera ; asumsi pensikapan : terbuka & terjaga
1) GNOSIS : Keakuratan paradigma (W) :
prolog : KeIlahian ?
1. Hipotesis keBeradaan Tuhan : Konsep Wujud :® GENESIS = fase keberadaan (w) : Dhyana Dharma – Dharma Dhyana
2. Hipotesis KeTauhidan Tuhan : Konsep Kuasa : ® MANDALA = tataran keberadaan (k) : Tanazul Makrokosmos – Taraqqi Mikrokosmos
3. Hipotesis Kebijakan Tuhan : Konsep Kasih : ® SAMSARA = keberadaan diri (ks) : Spiritualitas Keabadian – Eksistensialitas Kehidupan
Epilog : Keyakinan ? ketepatan > kebenaran ;Kaidah Hipotesis x Akidah Dogmatis;ilmul - ‘ainul - haqqul yaqin
2) WISDOM = Kemantapan metanoia (K) :
prolog : kearifan ?(kemajemukan pendapat; keberagaman pandangan ; keterbatasan kemampuan)
1) Khilafiyah Theologi : kemustahilan membatasi Tuhan ? → kecerahan paradigma diantara Rimba Pendapat (keIlahian ; keberadaaan; ketentuan)
2) Problema Theodice : kemustahilan membela Tuhan?® kebijakan metanoia diantara faham pandangan (fanatisme/mistisme ; atheisme/vitalisme ; agnostisme /heuretisme)
3) Masalah Theosofi: kemustahilan mencintai Tuhan ?®kebijakan apologia diantara ragam kenyataan (kegaiban Tuhan ; penderitaan/kezaliman ; ananiyah/nafsiyah) epilog : keimanan ?ketentuan awal > kepastian final → aktualisasi penempuhan & realisasi pembuktian
3) EXODUS = kesadaran penempuhan (Ks):
prolog: anjing dan serigala (pengetahuan ,pembicaraan ® aktualisasi penempuhan & realisasi pembuktian )
1) TOTALITAS = mencakup keseluruhan (W) → Hanya ada satu kebenaran yang sama : keseimbangan pandangan (ekstrem) & keberimbangan penempuhan (dualisme?
)2) PRAGMATISME = membawa kemanfaatan (Ks) → Transformasi pemberdayaan simultan (input realisasi keabadian 3 ; asset refleksi kehidupan 3)
3) KONSISTENSI = bersifat mantap (K) → Berkelanjutan : ketuntasan transformatif & kelanjutan aktualisasi
epilog : anjing &sufi (mengatasi : ketidak-mengertian; ketidak-perdulian ; ketidak-berdayaan)
Epilog = Kemantapan Penempuhan : sholat & shobar
II. REALISASI = Penempuhan
Prolog : kesadaran realisasi → evolusi spiritualitas (transformasi sufisme & yogisme)
1) ADHIKARI : kelayakan moralitas (kasih)
prolog : kisah : orang baik ® Aktualisasi autentik > Harmonisasi estetis > Manipulasi hipokrit ® Hakekat & Manfaat :
1) Kebenaran Integritas (w) = kejujuran : pemuda & gembala. ® kemurnian (ikhsan kemahabahan & ikhlash peribadahan)
2) Kecerahan Moralitas (ks) = pertaubatan : alim & arif ® kebajikan ( Pemberdayaan Individual + keperdulian universal )
3) Ketepatan Globalitas (k) = dilemma : Yudhistira ® kebijakan ( prioritas kemanfaatan + faktitas keterbatasan )
epilog : kisah : karani ®Bina nafsa : takholi ,tahalli , tajalli ® Metode & Kaidah :
2) DISTANSI = kesiagaan transformatif (kuasa)
prolog : Psikosomasi Esoteris ® harmonisasi holistik, aktualisasi integral , integrasi reseptif
1) UMMI →keaslian adhikari (ks) : muhasabah pertobatan ; mujahadah perbaikan ; muroqobah pendekatan
2) SATI → kearifan nivritti (w) : reseptivitas penyadaran ; aktualitas pengarahan ; integritas pemantapan
3) YOGI →kekuatan distansi (k) : keswadikaan eksternal ; keberdayaan internal ; keperkasaaan universal
epilog : antenna karunia ® reseptivitas, sugestivitas,
3) MEDITASI = kerahnian Immanensi (wujud)\
prolog : Hakekat Meditasi (Jung Individuasi ® Immanensi/transendensi ? : illuminasi >revilasi - inspirasi)
1) kemantapan dasar (w) : literature meditasi (pengertian – referensi (wuwei/zazen;alpha beta) – keragaman meditasi)
2) kehandalan utama (k) : realisasi immanensi (pemantapan (kematian/kegaiban) – penembusan - pencapaian )
3) kemantapan lanjut (ks) : kesadaran transenden (ghurur/jadzab – sakti/rahni – universalitas/eksistensialitas)
epilog : Kembali membumi (kemantapan pencerahan →kedewasaan Robbaniyah)
Epilog = Kewajaran Eksistensi → Aktualisasi totalitas : harmoni ; refleksi ; sinergi ;
III. REVITALISASI = Pembumian
Prolog : Sufi Pembumi →Menyadari tanggung jawab eksistensialitas & universalitas
1) PERSPEKTIF = kecerahan pandangan
prolog : ketepatan pandangan ® kearifan mensikapi : Amati – Alami – Atasi
1) kecerahan Mahadharma (w) : Sanatana dharma – Bhinneka Dharma (satu Agama Dharma ?)
2) kepastian Transformasi (ks) : pemberdayaan keabadian – pemberdayaan kehidupan (Dunia & Akherat)
3) kebijakan Aktualiser (k) : transformasi Individual – Transformasi universal (Reformasi + Globalisasi)
epilog : kecerahan komitmen ® kebaikan menjalani
2) INTEGRITAS = kemantapan untuk keabadian (kasih)
prolog : kesiapan melintasi keabadian ® berkah Input keabadian ( swadika – talenta – visekha )
1) Visekha kemuliaan : kesimpatikan adhikari Mahatma Robbani
2) Talenta kecakapan : keberdayaan distansi Swadika Talenta
3) Swadika kerahnian : keterpaduan meditasi Anubodha Pativedha
epilog : Input keabadian ( swadika – talenta – visekha ) → ketuntasan & pelanjutan
3) AKTUALITAS = kehandalan dalam kehidupan (kuasa)
prolog : keahlian mengatasi kehidupan ® sukses Asset kehidupan ( persada – karisma – bahagia )
1) Aktualisasi (k) : Global (belajar – bekerja) ;social ( keluarga – masyarakat) ; Aktual (pribadi; properti)
2) Harmonisasi (ks) : interaksi sesama (pravritti; andragogi) ;faktitas semesta (natural ; theosofi) ; Harmoni Pribadi
3) Integrasi (w) manajemen keterbatasan : Reset keseluruhan ; Ready keseluruhan ; Relax keseluruhan
epilog : Asset kehidupan ( persada – karisma – bahagia ) → kesuksesan & pelanjutan
Epilog : kholifatullooh ® Menghargai kehidupan manusiawi & duniawi pembumian spiritualitas universal = pemberdayaan
1) Dhamma Bhumi (w) = kesadaran eksistensial
2) Dhamma Dutta (ks) = komitmen
3) Dhamma Niyama (k) = faktitas kenyataan
(PENUTUP : Ulasan : QUO VADIS ?  Pandangan : kesimpulan: Robbani ( x bahagia ; mandala ; ahamkara) ; Tanggapan : opini terhadap Asumsi hipotesis dan solusi dianektis Syukur & Terima kasih → Syukur : Alhamdulillaah ~ Hanya karena Dia Terima kasih : bantuan & panduan + staff penerbitan & percetakan & pemasaran Pengharapan : ® Kemanfaatan : referensi panduan , literature wawasan , bacaan hiburan, wacana perenungan ® Ma’af : Saran perbaikan dan masukan pelengkapan PUSTAKA Judul =Teguh Kiyatno, dkkMAHADHARMA Asumsi Analisis dan Solusi Hipotesis  Paradigma  Spitualitas Universal  Public Offset 2006

REKAP IDEA LAMA 
 Be Realistics to Realize the Real 
Bersikap realistis untuk merealisasi yang real 
SKETSA : Final Just for Seeker 
Prolog :
prakata : dilemma corona ?
isi : spiritualitas
Penutup : yasudev sharing
Monolog :
prakata : Be Realistics to Realize the Real
isi : Triade Hegel
1. Thesis : Data Lama (Pengantar ) - Ketepatan dalam berpandangan
Parama Dharma : tentang Pandangan ( akal sehat - hati nurani - jiwa suci : ketepatan holistik or kebenaran empirik or kenyataan realitas)
Mandala Advaita : tentang KeIlahian ( theologi - theosofi - theodice ? The Impersonal Absolute Transendence & Its Personal Immanent Guardians ?) 
Formula Swadika : tentang Pemberdayaan (keabadian : refleksi - distansi- meditasi , pembumian kehidupan , kesiagaan kematian)
2. Anti-Thesis : Just For Seeker 1 - Kejelasan untuk tindakan
Kesadaran : 
Keariyaan : 
Pembumian : kecakapan - kemapanan - kewajaran  
3. Synthesis : Just For Seeker 2 - kebijakan terhadap pelayakan
Menghadapi Keabadian (swadika - talenta - visekha :
Menghadapi Kehidupan (kecakapan - kemapanan - kewajaran :
Menghadapi Kematian (racut - bardo - rebirth :
Penutup : Be true - humble - responsible /vs sacred monistics  (schaden freude, etc ? : irasionalitas ellis, pembenaran standar ganda, etc)  
Epilog 
prakata : segala keniscayaan adalah baik adanya 
isi : quotes
penutup : wasalam 

MANDALA ADVAITA : just area ..
Dhatu kelayakan evolusi pribadi, kewajaran harmoni dimensi, kesadaran sinergi valensi 
kelayakan evolusi pribadi = peniscayaan kaidah karmik 
why demit eteris ?
kewajaran harmoni dimensi = 
How asura fall ?
kesadaran sinergi valensi = sakshin 
what Buddha ? paradigma sudhavasa di mayapada 
atau tabel hipotesis yang agak 'gila' dari kami ini 

 

Wilayah

1

2

3

Transendental

Nibbana ‘sentra’ ?

Belum diketahui ? 7

Tidak diketahui ? 8

Tanpa diketahui ? 9

 

Nibbana ‘sigma’?

Belum mengakui ? 4

Tidak mengakui ? 5

Tanpa mengakui ? 6

 

Nibbana ‘zenka’ ?

Arahata 1

Pacceka 2

Sambuddha 3

Universal

Brahma Murni  (Suddhavasa)

Anagami 7 (aviha Atappa)

Anagami 8 (Sudassa Sudassi)

Anagami  9(Akanittha)

 

Brahma Stabil (Uppekkha )

jhana 4 (Vehapphala)

Asaññasatta 5 (rupa > nama)

Anenja 6 ( nama > rupa arupa brahma 4 )

 

Brahma mobile (nama & rupa)

Jhana 1 (Maha Brahma)

Jhana 2 (Abhassara)

Jhana 3 (Subhakinha)

Eksistensial

Trimurti LokaDewa

Vishnu 7 (Tusita)

Brahma 8 (Nimmãnarati)

Shiva 9 (Mara?  Paranimmita vasavatti)

 

Astral Surgawi

Yakha  (Cãtummahãrãjika) 4

Saka  (Tãvatimsa) 5

Yama (Yãma)6 

 

Materi Eteris

Dunia fisik(mediocre’ manussa  &‘apaya’ hewan tiracchãnayoni) 
+ flora & abiotik ? / 1
Eteris Astral apaya (‘apaya’ Petayoni & ‘apaya’ niraya)
2
Eteris Astral apaya Asura  (petta & /eks?/  Deva ) 
3
Kamavacara : Personal (kealamiahan sensasi kebahagiaan) : Ego - Anicca 
- bawah  : fisik - eterris 
- tengah  :
- atas      

Brahmanada : Transpersonal (KeIlahiahan fantasi keberadaan) : Self - Dukkha 
- bawah 
- tengah 
- atas 

Lokuttara : Impersonal (Keswadikaan esensi Kesunyataan) : Esa - Anatta 
- bawah : Nibbana 
aneka jati Buddha
tanha ? diri  kiriya 
- tengah  : Advaita 
prajna paramitta 
karma ? alam kaidah niyama 
- atas : Paramatta ?
Udana ? 

Triade ( 3 in 1) =
Tuhan ? Impersonal Lokuttara > Transpersonal Brahmanda > Personal Kamavacara(Guardians = cakkavati ?)
Tuhan = tanzih & tasybih ( Kausa Prima , Sentra Segalanya , etc ) 
- Panentheistik > Pantheistik (Dalam keseluruhan) : 
- Non-theistik > Not-theistik  (Tanpa pengagungan diri ) : 
- Post Taoistik > Absolut Statik (Terus selaras dalam dinamika asymptot penyempurnaan keseimbangan) :Balancing progress (symetry asymetry)
Dharma Vihara  
Mandala Advaita : tentang KeIlahiahan 
Tentang KeIlahian  (Tuhan : Tao - Dhamma )
Tuhan bukan bemper kebodohan/kemanjaan diri, media katarsis psikologis /transaksi pencitraan   dan kloset pembenaran pemfasikan/ kezaliman kepada lainnnya).  
Perlu kebijaksanaan universal. keperwiraan eksistensial, dan  keberdayaan transendental dalam spiritualitas
Tauhid sufism Ibn Araby  : tanzih -tasbih (transenden/imanen) Jika kau memandangnya tanzih semata kau membatasi Tuhan. Jika kau memandangnya tasbih belaka kau menetapkan Dia Namun jika kau menyatakanNya tanzih dan tasybih; kau berada di jalan Tauhid yang benar Sufi Ibn Arabi  memandang  KeIlahian Tuhan secara Esa - utuh dalam keseluruhan. Tuhan dipandang sekaligus sebagai Dzat Mutlak yang kekudusanNya tak tercapai oleh apapun/siapapun juga (transenden/tanzih) namun keluhuranNya meliputi segala sesuatu (immanen/ tasybih) sehingga walaupun pada dasarnya Kekudusan dan kesempurnaan Tuhan secara intelektual tak terfahami (agnosis)dengan keberadaan yang mungkin terlalu agung untuk kemudian tak diPribadikan(impersonal) dan mandiri (independent) namun  kemulian IlahiahNya sering  disikapi sebagai figur yang berpribadi(personal) dan Dharma kehendakNya dapat difahami(gnosis)  sehingga  memungkinkan terjadinya hubungan antara makhluk dengan Tuhan sesuai dengan ketentuanNya (dependent).Tanpa Tuhan, tidak ada segalanya. Karena Tuhan, bisa ada segalanya. (wajibul & mumkimul Wujud )
Tao adalah Tao - jikakau bisa menggambarkannya itu pasti bukan Tao 
Dalam kitab suci Uddana 8.3 Parinibbana (3) Buddha bersabda : O,bhikkhu ; ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak menjelma,tidak tercipta, Yang Mutlak Jika seandainya saja tidak ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak menjelma,tidak tercipta, Yang Mutlak tersebut  maka tidak akan ada jalan keluar kebebasan dari kelahiran penjelmaan ,pembentukan , dan pemunculan  dari sebab yang lalu. Tetapi karena ada sesuatu yang tidak dilahirkan,tidak  menjelma, tidak tercipta, Yang Mutlak tersebut maka ada jalan keluar kebebasan dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu itu. Ini secara tidak langsung mungkin menunjukkan dua hal sekaligus ,yaitu : kesaksian akan adanya keilahian yang diistilahkan sebagai ‘yang tak terbatas” dan yang kedua penjelasan bahwa nibbana   pencerahan sebagai puncak pencapaian spiritualitas Buddhisme hanya mungkin terjadi karena adanya ‘Yang tak terbatas’ tersebut.
plus link : konsep Ketuhanan Yang Mahaesa dalam agama (https://khmand.wordpress.com/2008/08/20/konsep-tuhan-dlm-agama-buddha/)
Buddha. Ketuhanan Yang Mahaesa dalam bahasa Pali adalah Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam yang artinya “Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”. Dalam hal ini, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah suatu yang tanpa aku (anatta), yang tidak dapat dipersonifikasikan dan yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Tetapi dengan adanya Yang Mutlak, yang tidak berkondisi (asankhata) maka manusia yang berkondisi (sankhata) dapat mencapai kebebasan dari lingkaran kehidupan (samsara) dengan cara bermeditasi.
Well, sejujurnya tinggal selangkah lagi Saddhamma ini untuk menjadi Paramattha Sanatana Dhamma yang memuliakan kebenaran & keilahian secara murni & sejati sebagai Theosofi Panentheistik tauhid yang merengkuh seluruh paradigma yang ada ... Idea Buddha Shiva ? But, skenario samsarik  (termasuk sunnakalpa & era Buddha Maeteya, Lokabyuha & siklus pralaya, etc) tampaknya memang tetap perlu berlanjut demi keberlangsungan keseluruhan pelangi biasan keberagaman dari Satu mentari yang sama.
Plus: hipotesa teoritis  3 (tiga) fase (Mandala.  
Dari secret data lama kami (maaf ... dulu memang lebai masih naif & liar .... sekarang ? makin parah & payah, hehehe ) Gnosis Publik  p.7
Dhyana Dharma Keberadaan :
Fase 1 :  Fase KeMaha-Adaan Absolut Tuhan. purwaning Dumadi  ( Dhyana ® Swadika ! )
Fase 2 : fase peng’ada’an. KeEsaan karena Tuhan. sangkaning Dumadi  ( Dharma ® Kehendak Ilahi )
Fase 3 : fase keberadaan  Keesaan di dalam Tuhan gumelaring Dumadi  ( Tanazul ®Keberadaan Mandala )
Dharma Dhyana Keberadaan :
Fase 3 : fase keberadaan  Keesaan di dalam Tuhan gumelaring Dumadi  ( Tanazul ®Keberadaan Mandala )
Fase 4 : fase peniadaan. Keesaan kembali ke Tuhan. paraning Dumadi ( Taraqqi ®Mandala Keberadaan )
Fase 5 : fase KeMaha-Adaan Absolut Tuhan. purnaning Dumadi ( Dhyana ® Pralaya ? )
Well, ini hipotesa teoritis dari 3 (tiga) fase (Mandala Tiada Samsara - Mandala dengan Samsara - Mandala Tanpa Samsara).  
1.Mandala Tiada Samsara, ( Fase hanya Dhyana > Dhamma ) 
Transenden = Transendental - Universal  - Eksistensial  (Esa - yang ada hanya Dia Sentra Yang Esa ) 
2. Mandala Dengan Samsara, (Fase  dalam Dhamma < Dhyana )
Transenden = Transendental , Universal  , Eksistensial  (Segalanya ada  karena Dia  Sentra Yang Esa) 
Tanazul Genesis = emanasi , kreasi , ekspansi ? 
2.1. Awal : Mandala Pra Samsara  
Transendental : keterjagaan esensi / zen ? Nibbana 
Universal  : keterlelapan energi / nama  Brahma : arupa & rupa , 
Eksistensial  : kebermimpian etheric / rupa Kamavacara : dunia - surga & apaya  
2.2.. Kini : Samsara Pra Pralaya  
Dunia :  sd pralaya  Svarga : sd pralaya (paska dunia ) - Apaya :  sd pralaya ( lokantarika ?) -  Brahma : sd pralaya ( abhasara etc  Nibbana : sd advaita ? 
2.3. Nanti : Samsara Paska Pralaya (versi Buddhism ? ) 
Lokantarika : residu rupa paska terkena pralaya : dunia - apaya - svarga - hingga rupa brahma Jhana 1 sd 3 (mengapa ?)
Brahmanda : restan nama tidak terkena pralaya : Sudhavasa + Anenja /& Rupa Brahma : Jhana 4 untuk kemudian 3 - 2 ( abhasara )  
Lokuttrara : bebas dari samsara & pralayanya : Asekha nibbana ( eksistensial ? + universal & transendental-nya)  
What's next ? 
- Siklus fase ke 2 Mandala Dalam Samsara berlanjut lagi (Kisah kasih nama rupa Brahmanda Lokantarika bersemi kembali sebagaimana biasanya ? ... kecuali lokuttara & suddhavasa harusnya plus vehapala yang masih mantap & anenja yang masih terlelap juga ..... Asaññasatta ?)  
- atau... kembali ke fase 1 (kemanunggalan azali karena pencerahan keseluruhan/& keterjagaan Dia Sentra Yang Esa) 
- atau haruskah ada fase 3 (kemusnahan total karena kekacauan keseluruhan & kebinasaan Dia  Sentra Yang Esa ) 
3. Mandala Tanpa Samsara  (Fase  tanpa Dhamma - tiada Dhyana )  
tiada  Eksistensial - Universal  -  Transendental    (Segalanya tiada  tanpa Dia Sentra Yang Esa )  
Adakah Sentra dengan sigma & zenka lain ? Maha Sentra Utama ? dst dsb dll 
idea tidak lagi dibahas bisa keluar jalur ? : Spekulasi Rimba Pendapat tak perlu karena hanya memboroskan energi, perdebatan tak perlu  & sama sekali bukan upaya yang perlu untuk bersegera dalam penempuhan keberdayaan aktual ? Samsara pribadi (eksistensial ) saja belum diketahui awalnya dan akhirnya (kejujuran nirvanik Buddha ), apalagi samsara semesta (universal) terlebih lagi transendental (mengapa ?).

FORMULA SWADIKA : Just Such ...
GRAND DESIGN 
Segalanya (aneka keberadaan laten deitas dsb) tampaknya memang berawal dari Sentra KeIlahian Satu yang sama (Impersonal Transenden God?) dan berada dalam mandala DeitasNya kemudian secara ideal laten Deitas seharusnya akan kembali kepadaNya … namun dikarenakan orientasi berpandangan, berpribadi & berprilaku serta realisasi penempuhan, pencapaian & pencerahannya akan mencapai level yang berbeda walau dalam area mandala deitas keIlahian yang sama . Kami mengutarakan ini dengan tanpa maksud sama sekali untuk membela yang satu apalagi harus mencela lainnya namun ini agar kita memang harus tetap swadika untuk bijaksana menerima keniscayaan atas kesedemikian konsekuensi logis & ethis yang secara kosmik berlaku.  Well, harmoni dimensi (juga sinergi valensi) memang perlu dilakukan dalam peran semesta ini demi kebersamaan namun evolusi pribadi tampaknya memang tetap harus dilakukan secara mandiri dalam kesendirian sebagaimana harusnya (aktualisasi impersonal > transaksi personal > defisiensi individual)

DI KEDALAMAN  = athi nyana 
Sanatana bagi esensi sejati  
Evolusi Pribadi, Harmoni Dimensi Sinergi Valensi 
+ Swadika , Talenta , Visekha : input eternal progress (karir spiritual?) 
Evolusi Pribadi
ingat sita hasitupada 
Harmoni Dimensi 
menjaga kebersamaan < kesemestaan < keseluruhan 
Sinergi Valensi 
tahu diri x identificatif, eksploitatif , alienatif 

DI PERMUKAAN = biasa saja (ndagelo sakmadyo > mbacut mbadut )
Plus = Swadharma peran diri  
+ kecakapan regista , kemapanan persada, kewajaran persona : 

Epilog :
ovada patimokkha : vs sakralisasi 'spiritual materialism ' = magga phala pencerahan > strata jhana keilahiahan > label  (anggapan internal/ harapan eksternal)
See :slogan pacceka  (Being true, humble & responsible adalah kaidah keniscayaan karena tidak mungkin kita bisa berdusta, berbangga dan bebas sepenuhnya dari tanggung jawab .... apa yang kita lakukan mentally, verbally & actually adalah bayang-bayang  yang selalu menyertai kita dalam permainan keabadiaan ini ... atsar antahkarana ....    
For seekers : kalama sutta : 
keberdayaan > kepercayaan 
kelayakan > penganggapan
keniscayaan > pengharapan 


Etc 
For better, Just Share or Let's talk ... Seekers.

prakata : namaste  ?
REKAP : PROLOG (BE REALISTICS - Dalam Kesedemikianan)
REKAP : PROLOG (BE REALISTICS - Dalam Kesedemikianan)
Namaste (bagi kami) artinya : " saya menghormati/menghargai yang ada di dalam anda"
maksudnya : esensi kemurnian nirvanik, energi keilahian batiniah, materi kealamian zahiriah.

Parama Dharma:
Istilah truth seeker kami dapatkan dari Sant Mat  
Masalah truth seeker
Apa yang sesungguhnya kita hadapi ? Parama Dharma
Mengapa ini semua terjadi ? Mandala advaita
Bagaimana cara untuk mengatasinya ? Formula Swadika
Makalah truth seeker
Triade Ideal : Akal sehat, hati nurani & jiwa suci Tantien : rasio – hati – pusat
Padaparama ? Rasional Seeker
Sejujurnya setiap penempuhan realitas memang haruslah bermula dari faktisitas keberadaan diri kita sesungguhnya. (Filsafat perenial& psikologi transpersonal)
Reversed Inference - Empati kosmik - Impersonal reality    
Mandala Advaita
Fantasi akan keunggulan personal &  sensasi dengan kebahagiaan external meracuni  MANDALA samsara ini dalam ketidak-tahuan impersonal reality.
Grand Design , Strata Mandala, Episode Samsarik 
IMPERSONAL GOD (ABSOLUTE INDEFINITE/INFINITUM TRANSENDEN) > PERSONAL GODS  (laten deitas figure kosmik immanen  yang memang mengidentifikasikan dirinya  / diDeifikasi lainnya atau hanya konsep renungan filosofis demi idealisasi kesempurnaan / refleksi imaginatif  bagi manuver strategis pembenaran kepentingan saja ?)
Guardian Ilahiah Personal God ?
Kamavacara = triloka atas (Wisnu, Brahma, Shiva – Kausal ),triloka tengah ( catumaharajika,  
Brahmanda = anenja yang terlelap, brahma yang terjatuh
Nibbana = 
10 
Formula Swadika 
Etika keutamaan 
IDEA KEUTAMAAN TRANSENDENTAL  (senantiasa swadika dalam segala mandala) > ETIKA KETENTUAN UNIVERSAL (harmoni dalam evolusi ) > FAKTA KEBEBASAN EKSISTENSIAL (keberimbangan untuk wajar berperan tanpa ambisi eksternal mengeksploitasi lainnya atau tiada obsesi internal mengalienasi diri ?)
menerima keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama
melampaui keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama 
mengasihi  keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama 
Tampaknya ada keutamaan yang perlu ditempuh secara perwira (dengan tanpa perlu pengakuan eksternal/internal) bahkan melampaui kebenaran (garansi surgawi/ ahosi karma?) dan kenyataan (empirisme duniawi yang mungkin saja hanyalah cobaan/godaan semu adanya) dalam pertumbuhan kualitas spiritual diri selanjutnya sehingga gerbang perkembangan selanjutnya akan layak untuk dibukakan.
Konsep :
1. Be Realistics : kefahaman perspektif kesedemikianan yang menyeluruh 
2. To Realize : kesadaran integritas untuk tulus menuju pemurnian kesejatian 
3. of Real : kelayakan pencapaian yang sesuai
PRAKATA 
Sadhguru Yasudev Quotes : 
Whatever you have – your skills, your love, your joy, your ingenuity, your ability to do things – please show it now. Do not try to save it for another lifetime.
Apa pun yang Anda miliki - keterampilan Anda, cinta Anda, kegembiraan Anda, kecerdikan Anda, kemampuan Anda untuk melakukan sesuatu - tolong tunjukkan sekarang. Jangan mencoba menyimpannya untuk kehidupan mendatang.
prakata : namaste  ?
prakata : galau corona ?
KONSIDERAN IDEA PANDANGAN  : kebenaran, kebijakan, kebajikan / Pengetahuan, Penempuhan, Pencerahan / Thesis -  Anthithesis - Synthesis


PROLOG =  
1. Be Realistics : kefahaman perspektif kesedemikianan yang menyeluruh 
DALAM KESEDEMIKIANAN (ORIENTASI)
Sadhguru Yasudev quote :
the path is the destination and the destination is hidden in the path as the Creator is hidden in creation
Jalan adalah tujuannya, dan tujuan tersembunyi di dalam jalan, seperti Sang Pencipta tersembunyi di dalam ciptaan.

Grand Design , Strata Mandala, Episode Samsarik 

 

Wilayah

1

2

3

Transendental

Nibbana ‘sentra’ ?

Belum diketahui ? 7

Tidak diketahui ? 8

Tanpa diketahui ? 9

 

Nibbana ‘sigma’?

Belum mengakui ? 4

Tidak mengakui ? 5

Tanpa mengakui ? 6

 

Nibbana ‘zenka’ ?

Arahata 1

Pacceka 2

Sambuddha 3

Universal

Brahma Murni  (Suddhavasa)

Anagami 7 (aviha Atappa)

Anagami 8 (Sudassa Sudassi)

Anagami  9(Akanittha)

 

Brahma Stabil (Uppekkha )

jhana 4 (Vehapphala)

Asaññasatta 5 (rupa > nama)

Anenja 6 ( nama > rupa arupa brahma 4 )

 

Brahma mobile (nama & rupa)

Jhana 1 (Maha Brahma)

Jhana 2 (Abhassara)

Jhana 3 (Subhakinha)

Eksistensial

Trimurti LokaDewa

Vishnu 7 (Tusita)

Brahma 8 (Nimmãnarati)

Shiva 9 (Mara?  Paranimmita vasavatti)

 

Astral Surgawi

Yakha  (Cãtummahãrãjika) 4

Saka  (Tãvatimsa) 5

Yama (Yãma)6 

 

Materi Eteris

Dunia fisik(mediocre’ manussa  &‘apaya’ hewan iracchãnayoni) 
+ flora & abiotik ? / 1
Eteris Astral apaya (‘apaya’ Petayoni & ‘apaya’ niraya)
2
Eteris Astral apaya Asura  (petta & /eks?/ 
prakata : Gnosis Kosmik 
Evolusi Pribadi, Harmoni Dimensi 
Kritik Dhamma , Mystics , Agama 
Panentheistics , Impersonal Reality, Sacred Monistics 

Berikut kajian kami terhadap 3 masalah krusial esoteris berdasarkan referensi Buddhisme & Mysticisme 
1. Mandala Advaita = Desain Kosmik
2. Niyama Dhamma = Kaidah Kosmik 
3. Kamma Vibhanga = Kaidah Ethika 

MONOLOG = 
2. To Realize : kesadaran integritas untuk tulus menuju pemurnian kesejatian 
FORMULA SWADIKA : tentang keberdayaan ( TO REALIZE )

Sadhguru Yasudev quote :
one of the most important thing is to liberate human beings from their compulsiveness and insanity and pave away to go beyond.
satu hal terpenting adalah membebaskan manusia dari sifat kompulsif dan insting mereka dan membuka jalan untuk melampauinya

prakata : Avijja  
Triade Hegel : ???
Thesis : BE REALISTICS  (wawasan yang benar)
Antithesis : TO REALIZE  (tindakan yang tepat)
Synthesis  : THE REAL (capaian yang nyata)
1. Menghadapi Keabadian : Swadika, Talenta, Visekha
Swadika :
Talenta, :
Visekha:
2. Menghadapi Kehidupan : kecakapan, kemapanan, kewajaran
kecakapan :
kemapanan, :
kewajaran :
3. Menghadapi Kematian : Racut , Bardo , Alam 
Racut : 
Bardo :
Alam :

3. of Real : kelayakan pencapaian yang sesuai 
PROCESS PROGRESS  : tentang keniscayaan ( THE REAL )

Sadhguru Yasudev quote :
this is a time to stand up - not just as one nation but as humanity 
Inilah saatnya untuk bangkit - tidak hanya sebagai satu bangsa tetapi sebagai satu umat manusia .

prakata : Avijja  
aneka bahasan : menghadapi & melampaui
vs Corona & bencana ? self immunity & herd immunity
vs kali yuga , vs sunna kalpa, ? episode samsarik (why & how )
vs pralaya ? dunia - surga - jhana 3 (rupa pralaya ?)
vs kematian (rebirth bardo) ? why demit 
& keabadian (lanjut) ? karir spiritual

PENUTUP

Sadhguru Yasudev quote :
Every human being should know the highest possibilities in life are, Whether they will walk the path all the way or not is up to them. 
Setiap manusia seharusnya mengetahui apa kemungkinan tertinggi dalam hidup. Apakah mereka akan menrmpuh jalan itu sepenuhnya atau tidak adalah terserah mereka.

Prakata 
mengingatkan, mengarahkan, menguatkan
Menghadapi = Menerima (eksistensial)  - mengasihi (universal) - melampaui (transendental) 
Penutup 

KUTIPAN SKETSA  BLOG 
CORONA 5
PLUS JUST CONCEPT GRAND DESIGN 
Tampaknya selama ini kami hanya berputar-putar saja …Walau sesungguhnya memang sungkan karena masih rendahnya kenyataan autentik dalam level spiritual dan memang riskan karena tetap perlu keberadaan harmonis dalam label eksistensial , namun tampaknya  pandangan esoteric yang tersembunyi (disembunyikan?) di kedalaman ini memang seharusnya muncul  ke permukaan demi kebijakan pengertian & kebajikan penempuhan untuk mempermudah pencerahan selanjutnya.
REVIEW TOTAL
Konsep :
1. Be Realistics : kefahaman perspektif kesedemikianan yang menyeluruh 
2. To Realize : kesadaran integritas untuk tulus menuju pemurnian kesejatian 
3. of Real : kelayakan pencapaian yang sesuai

SKETSA GLOBAL
PRAKATA 

PENCAPAIAN
karena kelayakan kualitas akumulatif  untuk level evolusi & demi kebaikan maqom dimensi tujuan 
PENCAPAIAN AGAMA : kamavacara ? level kualitas hanya baru amal eksistensial 
dijanjikan jannah dipastikan barzah ? karena kelayakan kualitas evolusi & demi kebaikan dimensi tujuan 
dimensi eteris petta asura juga perlu orang 'baik' yang bisa dilayani keliaran obsesi kelekatan pengharapan/ penganggapannya  , dimensi astral surga perlu orang 'arif' untuk 'dilayani' kenaifan sensasi kebahagiaannya  , dimensi kausal triloka perlu orang 'suci' untuk 'dilayani' kesemuan fantasi kemurnian keilahianan dirinya 
PENCAPAIAN MYSTICS : brahmanda ? level kualitas energi batin mampu terarah universal 
dituju keilahian didapat 'layanan' sensasi & fantasi kemanunggalan Ilahiah yang masih semu dalam suddhavasa , naif dalam keterlelapan anenja bahkan bisa liar kembali samsarik abhassara untuk eksistensial  
PENCAPAIAN SADDHAMMA : brahmanda ? level kualitas esensi impersonal sudah mulai terjaga transendental 
dituju keesaan  advaita didapat baru ke'buddha'an ariya nibbana ( zarah diri pribadi < kaidah alam semesta< wihdah sentra segalanya .... faktisitas asymptot kesempurnaan panentheistics 10. .. ideal walau absurd  . figure < proses, tauhid )

IDEA KEUTAMAAN TRANSENDENTAL  (senantiasa swadika dalam segala mandala) > ETIKA KETENTUAN UNIVERSAL (harmoni dalam evolusi ) > FAKTA KEBEBASAN EKSISTENSIAL (keberimbangan untuk wajar berperan tanpa ambisi eksternal mengeksploitasi lainnya atau tiada obsesi internal mengalienasi diri ? )

menerima keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama 

mengasihi  keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama 

melampaui keseluruhan sebagai kesedemikianan pelangi keberadaan mentari yang sama 



GRAND DESAIN 
Panentheistics  ?  All in God .... 
Panentheistics yang kami ajukan nanti memang agak beda ... ini bisa dijadikan masukan perimbangan bukan hanya bagi kalangan filsuf (filsafat perenialis) psikologi transpersonal / agama/mistisi namun juga bagi para agnostik bahkan atheist sekalipun. KeIlahian yang menjadi sentra segalanya , causa prima  
Bagi kami, KeIlahian 
Asymptot Gnosis Wisdom KeIlahian = Transenden, Impersonal , Holistics 

MANDALA ADVAITA 
Dimensi Kesedemikianan = Mandala Advaita 
Impersonal Transenden 
Personal Immanen 
Brahmanda 
Kamavacara 
Attavada 
Kaidah Dhatu 

PARAMA DHARMA 
Advaita Niyama Dhamma 
Kaidah Kamma Citta , Dakhina 


FORMULA SWADIKA 
Menghadapi Keabadian 
Menjalani kehidupan 

Melintasi kematian 

No comments:

Post a Comment